Di suatu sore yang agak membosankan, hujan turun dengan derasnya, membasahi bumi ini dan menyapu bersih semua debu dan asap polusi di jalanan. Sudah setengah jam hujan turun dan aku terjebak di sekolah, tidak bisa pulang ke rumah. Salahku juga sih, tidak langsung pulang setelah rapat ekskul selesai satu jam yang lalu. Terlalu asik membahas rencana pameran ekskul untuk menyambut murid-murid kelas satu yang baru akan masuk hari senin depan. Di masa orientasi mereka yang berlangsung selama satu minggu, salah satu agenda acara untuk mereka adalah sesi pemilihan ekskul.
Di sekolah kami, setiap orang diwajibkan ikut ekskul untuk mengisi kegiatan dan untuk bersosialisasi, sehingga ekskul yang berdiri banyak ragamnya. Dari ekskul standar seperti bola basket, bola voli, futsal, KIR, dan PMR, sampai ekskul yang agak tidak biasa seperti gamelan, wayang, dance dan ekskul komik dan novel. Ekskul terakhir itu adalah ekskul yang aku ikuti, dengan aku menjabat sebagai ketua. Anggota kami cukup banyak, karena ternyata banyak juga anak sekarang yang senang membaca komik dan novel. Hehehe
Kami baru saja rapat untuk membahas promosi apa saja yang akan kami lakukan untuk menarik anak baru agar mau bergabung ke dalam ekskul kami. Tapi rupanya selama rapat, bukannya membahas hal yang berhubungan dengan pameran, malah membahas komik minggu ini yang sudah keluar hari ini. Dasar tukang baca komik semua, kepancing satu orang, jadi semuanya ikut-ikutan. Rapatnya malah jadi melantur ke mana-mana. Hehehe
Duh, aku sudah bosan setengah mati menunggu hujan ini reda. Mumpung masih libur sekolah, aku mau buru-buru pergi ke toko buku langganan untuk membeli komik terbaru. Anak-anak anggota dan pengurus ekskul yang masih terjebak di kelas bersamaku juga pasti sudah tidak sabar ingin segera membeli dan membacanya. Anak-anak sudah ramai mengobrol dan teriak-teriak dari tadi. Sedangkan aku hanya melamun melihat titik-titik hujan yang turun membasahi taman di depan kelasku ini.
Ohiya, sampai lupa memperkenalkan diri. Namaku Dinda, aku sekarang duduk di kelas XI IPS 2, baru ‘akan duduk’ sih sebenarnya, karena resminya sekolah baru mulai dua hari lagi. Aku menjabat sebagai ketua ekskul Komik dan Novel seperti yang ku katakan barusan. Penampilanku biasa saja, berambut poni panjang sepunggung, berkacama kotak dengan bingkai tebal, dan memakai behel atau kawat gigi. Persis seperti bayangan orang-orang tentang sosok seorang kutu buku.