Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

Friday, April 30, 2010

My Prince Charming

05.15
Terbangun pagi ini dengan masih mengantuk. Kulihat hp, ada satu pesan.

"Morning Princess.."

Begitu bunyi pesan darinya. Hanya dua kata, tapi berhasil membuatku tersenyum. Aku membalas smsnya kemudian siap-siap untuk memulai pagi ini.

Dia, laki-laki yang mendekatiku akhir-akhir ini. Laki-laki yang berhasil menyita pikiranku, yang membuat hatiku menari-nari ketika memikirkannya. Laki-laki yang memberikan perhatian lebih kepadaku dan berhasil membuatku tersenyum mengingat saat-saat kami bersama.

Ia menghiasi hari-hariku dengan kejutan-kejutan kecil darinya. Hal sepele, tapi menurutku romantis. Seperti mawar dan coklat yang diberikan kemarin ketika ia menjemputku untuk makan siang. Atau CD lagu penyanyi favoritku yang dihias dengan pita lucu. Atau mengajak makan malam romantis. Atau.. masih banyak yang lain. Mengingatnya saja membuatku senyum-senyum seperti orang gila.


Thursday, April 29, 2010

Try Sleeping With Broken Heart*

"Mar, aku patah hati....."


Pukul 2 pagi saat ini, aku yakin dia pasti sudah jauh terlelap ke dalam alam mimpi dan baru baca pesan itu besok pagi. Aku tidak bisa tidur, mataku nyalang bersama perasaan hatiku yang pecah berkeping-keping. Lama sesudah itu akhirnya aku tertidur. Lelah. Gelisah. Resah.

Pukul 05.10
Rrr.. Rrr.. Rrr..
Suara Chipmunks mengalun berisik dari HPku.
Getar dan suara telepon membangunkan tidurku. Telepon dari Maria rupanya.

"Hmm, ya? Kenapa Mar?" sahutku masih mengantuk.

"Itu sms apaan?! Tiba-tiba sms kaya gitu. Patah hati kenapa? Sama siapa? Kok aku gak tau apa-apa soal siapa-siapa??" berondongnya.

"Haduh, iya sabar. Aku ngumpulin nyawa dulu. Masih ngantuk, semaleman gak bisa tidur."

"Yaudah, kamu bangun dulu. Mandi, siap-siap sekolah. Aku jemput jam enam kurang lima belas. Kita sarapan beli donat sama coklat, terus langsung ke sekolah."


Monday, March 9, 2009

Rapat Ekskul

Di suatu sore yang agak membosankan, hujan turun dengan derasnya, membasahi bumi ini dan menyapu bersih semua debu dan asap polusi di jalanan. Sudah setengah jam hujan turun dan aku terjebak di sekolah, tidak bisa pulang ke rumah. Salahku juga sih, tidak langsung pulang setelah rapat ekskul selesai satu jam yang lalu. Terlalu asik membahas rencana pameran ekskul untuk menyambut murid-murid kelas satu yang baru akan masuk hari senin depan. Di masa orientasi mereka yang berlangsung selama satu minggu, salah satu agenda acara untuk mereka adalah sesi pemilihan ekskul.

Di sekolah kami, setiap orang diwajibkan ikut ekskul untuk mengisi kegiatan dan untuk bersosialisasi, sehingga ekskul yang berdiri banyak ragamnya. Dari ekskul standar seperti bola basket, bola voli, futsal, KIR, dan PMR, sampai ekskul yang agak tidak biasa seperti gamelan, wayang, dance dan ekskul komik dan novel. Ekskul terakhir itu adalah ekskul yang aku ikuti, dengan aku menjabat sebagai ketua. Anggota kami cukup banyak, karena ternyata banyak juga anak sekarang yang senang membaca komik dan novel. Hehehe

Kami baru saja rapat untuk membahas promosi apa saja yang akan kami lakukan untuk menarik anak baru agar mau bergabung ke dalam ekskul kami. Tapi rupanya selama rapat, bukannya membahas hal yang berhubungan dengan pameran, malah membahas komik minggu ini yang sudah keluar hari ini. Dasar tukang baca komik semua, kepancing satu orang, jadi semuanya ikut-ikutan. Rapatnya malah jadi melantur ke mana-mana. Hehehe

Duh, aku sudah bosan setengah mati menunggu hujan ini reda. Mumpung masih libur sekolah, aku mau buru-buru pergi ke toko buku langganan untuk membeli komik terbaru. Anak-anak anggota dan pengurus ekskul yang masih terjebak di kelas bersamaku juga pasti sudah tidak sabar ingin segera membeli dan membacanya. Anak-anak sudah ramai mengobrol dan teriak-teriak dari tadi. Sedangkan aku hanya melamun melihat titik-titik hujan yang turun membasahi taman di depan kelasku ini.

Ohiya, sampai lupa memperkenalkan diri. Namaku Dinda, aku sekarang duduk di kelas XI IPS 2, baru ‘akan duduk’ sih sebenarnya, karena resminya sekolah baru mulai dua hari lagi. Aku menjabat sebagai ketua ekskul Komik dan Novel seperti yang ku katakan barusan. Penampilanku biasa saja, berambut poni panjang sepunggung, berkacama kotak dengan bingkai tebal, dan memakai behel atau kawat gigi. Persis seperti bayangan orang-orang tentang sosok seorang kutu buku.