Sunday, July 7, 2019

Cara Menabung Saham dengan Mudah bersama IPOTSTOCK di IPOTGO




Apa sih yang ada di benak kalian saat mendengar kata saham? Online Trading? Saham Online? Apapun deh yang berhubungan dengan saham dan trading gitu rasanya kok kaya sesuatu yang tidak terjangkau untuk orang awam. Saya dulu mikir kalau ingin punya saham itu harus punya uang banyak sampai ratusan juta, karena harganya yang mahal. Terus kalau online trading itu merupakan sesuatu yang susah, karena harus mengerti tentang politik. Beberapa orang bilang ke saya kalau 'main' saham itu kaya main judi, karena banyak unsur spekulasi di sana. 

Padahal enggak lho. Kalau tahu ilmunya, saham itu bukan judi. Saya sendiri gak setuju sama penggunaan kata 'main' ketika berurusan sama saham. Saham itu bisnis, saham itu investasi, saham itu juga bisa jadi tabungan yang tidak tergerus sama biaya admin bank dan inflasi. Well, apapun dalam hidup itu kan ada resikonya, begitu juga dengan saham. Sebelum mulai terjun untuk menabung saham, paling tidak kamu harus tahu dulu resiko dan konsep dasar saham itu sendiri apa. Langkah selanjutnya adalah kamu bisa mencari perusahaan sekuritas terbaik menurut kamu. 



Konsep Dasar Saham 

Oke, jadi gampangnya nih saya coba kasih ilustrasi dulu ya. Ilustrasi ini saya dapatkan sewaktu saya menghadiri acara Maximize Your Rupiah bersama Indopremier dan Ruphiah. Kalau ilustrasi ini bisa memudahkan saya, mudah-mudahan bisa membantu kamu memahami konsep saham yang nampak njelimet itu. 

Saham itu apa sih? Saham adalah surat berharga berbentuk selembar kertas yang menunjukkan bahwa pemilik surat atau kertas tersebut adalah pemilik sebuah perusahaan. Karena sifatnya yang berharga maka saham dapat diperjualbelikan. Membeli saham ini artinya adalah membeli sebuah perusahaan (membeli bisnis) dari berbagai macam sektor. 

Berapa minimum transaksi pembelian saham? Menurut Bursa Efek Jakarta, Minimum transaksi pembelian dan penjualan saham di BEJ adalah 1 LOT. 1 LOT ini setara dengan 100 lembar saham. Tadinya, 1 LOT saham setara sengan 500 lembar saham. Mulai Januari 2014, peraturan ini diubah menjadi 100 lembar saham per LOTnya supaya lebih terjangkau oleh lebih banyak lapisan masyarakat. 

Lalu apa sih keuntungan memiliki saham? Pemilik saham akan mendapatkan deviden setiap tahunnya tergantung besaran saham yang dia miliki. Deviden sendiri adalah laba perusahaan yang dibagikan ke pemegang saham sesuai bagian kepemilikannya. Belum nangkep? Oke. Misalnya kamu punya 50% saham perusahaan A dan laba tahun 2018 adalah sebesar 200 juta. 50 % dari 200 juta itu adalah 100 juta dong ya? Sebesar 100 juta itu lah deviden yang kamu dapatkan. 

Kalau misalnya saham yang saya miliki tidak sampai 50% bagaimana? Misalnya tidak sampai segitu, paling tidak kamu harus tahu berapa persen saham yang kamu miliki dari total saham secara keseluruhan. Misalnya kamu hanya punya 1% dari total saham, berarti deviden yang kamu dapatkan ini adalah 1% dari laba tahunan sebesar 200 juta, yaitu sebesar 2 juta. Kira-kira gitu ya? 

Kalau ada untung, berarti ada resiko rugi juga dong? Yes, betul. Dalam saham, kalau untung dibagi-bagi ke pemilik saham berupa deviden, kalau rugi tidak dibagi-bagi. Hanya saja, yang seharusnya tidak mendapatkan deviden, kali ini pemilik saham tidak mendapatkan apa-apa karena neraca tahunannya rugi, jadi tidak ada laba yang bisa dibagikan. Kerugian suatu perusahaan akan mengurangi aset perusahaan. Kalau perusahaannya rugi terus nih, ada kemungkinan suatu saat akan habis asetnya lalu akhirnya dinyatakan bangkrut. 


Tips Memilih Saham 

Jadi gampang-gampang susah ya milih saham tuh. Buat saya iya, apalagi saya anaknya agak labil kalau memilih di antara banyak pilihan. Makanya sampai sekarang belum pernah beli saham karena galau mau beli apa dan yang mana. Sampai akhirnya waktu terbuang dan harga saham semakin naik, terus nyesel deeeh! Kalau gak mau seperti saya, nih saya bagi tips yang kemarin saya dapat tentang gimana cara memilih saham. 

Kalo menurut mas Indra Pratama dari Indopremier nih, tips mudah dalam memilih saham adalah pilih saham perusahaan yang produk-produknya kamu gunakan setiap hari. 

Masih belum kebayang apa aja saham yang mau kamu beli? 

Gambarannya gini. Pagi hari ketika kamu melek bangun pagi, apa sih yang biasanya dipegang duluan? Pasti hape. Iyakan? Ngaku! Saya sih iya. Minimal buat ngecek jam deh. Nah, hape yang kamu pakai itu providernya apa? Misalnya saja salah satu dari apakah itu Telkomsel, XL, Indosat, atau lainnya. Lalu kamu mandi, kamu pakai produk-produknya Unilever. Setelah itu kamu sarapan makan indomi dari Indofood. Berangkat kerja atau kuliah menggunakan mobil Toyota atau motor Honda, di jalan masuk ke tol PT Jasa Marga. Jam makan siang makan di Starbucks atau KFC setelah sebelumnya mengambil uang di ATM BRI atau Mandiri. Lalu sore atau malamnya mampir di Alfamart sebelum pulang ke rumah. 

Dari cerita di atas, sadar gak kamu kalau setiap hari kamu bersentuhan dengan segala produk yang sahamnya bisa kamu beli? Produk yang kamu gunakan itu, harusnya juga banyak orang yang menggunakan. Kalau produknya banyak yang pakai, berarti perusahaan tersebut sustain dong ya? 

Tips memilih saham dari Lo Kheng Hong: 
Perhatikan manajemen apakah dikelola secara jujur, profesional, berintegritas, dan dikagumi. 
Perhatikan masa depan bisnisnya. Kita juga bisa melihat periode 5-10 tahun ke belakang. 
Cari perusahaan yang labanya besar melalui profit margin dan ROE (Return of Equity) 
Pilih perusahaan yang terus bertumbuh dalam jangka waktu yang panjang 
Cermati valuasi dan bandingkan dengan kompetitornya. 

Lo Kheng Hong ini adalah salah satu investor ritel yang tercatat memiliki aset saham bernilai RP 2,5 Trilyun dari berbisnis saham. 



Masih menurut Mas Indra nih mengenai mindset seorang investor, jangan cuma melihat nama yg terkenal saja tapi lihatlah juga perusahaan yang kinerjanya bagus. Karena perusahaan terkenal belum tentu kinerjanya bagus. 


Mulai Investasi saham IPOTSTOCK dengan aplikasi IPOTGO 

Jadi gini, saya mau cerita dulu sebelumnya. Kalau sebenarnya saya sudah punya akun indopremier atau yang biasa disingkat IPOT itu sudah dari 2-3 tahun yang lalu. Saya punya akun ini gara-gara teman saya Dita Firdiana yang sudah berinvetasi lebih dulu di dengan menggunakan IPOT. Seperti yang saya ceritakan di atas, kalau sampai sekarang saya belum membeli saham apapun karena galau mau beli apa, plus saya gak sempat buka laptop. Kayaknya gak sreg aja gitu buka situs penuh tapi di gawai kecil. 

Sampai kemarin saya diundang ke acara yang ngobrolin tentang investasi IPOTstock bersama Indopremier dan Ruphiah. Di situ saya baru tahu kalau IPOT ini sudah ada aplikasi yang bisa diinstal di gawai yang bernama IPOTGO. Bisa langsung dicari di google store atau apps store yes. Setelah saya coba mengunduh lalu melihat fitur-fitur di aplikasinya, saya berpendapat kalau aplikasinya cukup memudahkan anggota IPOT untuk melakukan investasi. 

Aplikasi ini juga bisa diunduh bagi mereka yang belum punya dan tertarik berinvestasi dengan menggunakan IPOT. Caranya sangat mudah, tinggal unggah foto eKTP dan NPWP lalu tunggu verifikasi akun sekitar satu jam saja. Setelah itu kamu sudah bisa langsung menikmati fiturnya dan berinvestasi saham mulai dari 100 ribu rupiah sajaaa.. 

Kalau misalnya uang saya gak cukup untuk beli saham yang saya inginkan, gimanaaaa? Ada gak sih tester produk buat beli saham? Terus sampai sekarang saya masih galau dan bingung mau beli saham apa yang bagus buat saya. Kalo dulu mungkin pertanyaan-pertanyaan macam gini dijawab dengan "AHELAH' kali ya? Kalau sekarang, ternyata IPOT nih punya paket hemat untuk beli saham lho. Gak Cuma beli makan yang ada paket hematnya, beli saham pun ternyata bisa dipaketin. Isi paketan sahamnya pun gak main-main. Ku sampai ngowoh kemarin pas dipresentasiin karena ku sungguh tertarik! 

Paket hemat saham dari IPOTSTOCK


Kenapa harus nabung saham?
1. Up to date dan  aman
2. Harga terjangkau: dalam satu hari, harga saham dibatasi naik turunnya. Sejauh2nya saham turun 20%.
3. Harga terjaga: ada jam kerja dan bukan forex.
4. Dapat diwariskan


Tim dari Ruphiah


Jadi, tunggu apalagi? Silakan tentukan perusahaan sekuritas terbaik menurut kamu lalu segera deh nabung saham. Yuk!

Terima kasih Indopremier dan Ruphiah atas ilmunyaaa!




No comments:

Post a Comment