Jadi ceritanya memasuki minggu ketiga (?) Januari 2026 ini, aktivitas saya adalah dapur dan kasur. Bikin kopi, bikin cokelat, buka laptop, lalu tidur siang. Sungguh lah nikmat dan menyenangkan sekali. Jadi gak sengaja nih, menikmati periode "doing nothing" di rumah. Berusaha menikmati dan belajar istirahat tanpa merasa bersalah. Beberapa tahun belakangan ini, sungguh lah saya jarang di rumah. Kebanyakan ada di situs proyek, bekerja sebagai kuli proyek.
Hah, istirahat? Hah, doing nothing? Hah? Apaitu?
Biasanya sih istirahat ya tetap ada ya, pas libur kerja dan pas badan capek, biasanya tidur. Alasannya sih memang karena badan yang minta istirahat, kalau belum seperti itu, rasanya sih mungkin gas terus kerja terus beraktivitas terus. Sampai akhirnya tumbang...
Gak sehat banget ya? Hidup penuh tekanan dan kecemasan.
Istirahat sambil diganduli rasa bersalah. Merasa familiar?
Katanya (psikologis) di media sosial sih itu karena secara syaraf, badannya belum 'tenang'. Badannya masih ada di mode "survival" alias bertahan hidup. Jadi, gak bisa tuh namanya tenang, mode badan siaga terus. Ternyata memang benar, itulah yang kurang lebih saya rasakan. Badan bisa merasa seperti itupun karena otaknya pun memang terus siaga, merasa bahwa hidup itu penuh bahaya.
Nah, yang belakangan ini saya lakukan adalah belajar istirahat tanpa merasa bersalah. Waktunya istirahat, yasudah istirahat. Jangan tunggu sampai badan yang minta istirahat, jangan tunggu badan masuk IGD. :| Plis lah, situ udah gak muda lagi. Terutama raganya. Kalau mental mah urusan lain. Mental anak remaja, toddler bahkan. xDD
Susah? Iya. Tapi harus dilakukan. Beneran deh. Mau sampai kapan badan hidup siaga terus? Tidur kebangun-kebangun terus. PTSD? Iya. Ada. Mau sampai kapan PTSD tersebut tidak diregulasikan? Enggak, saya gak ngomongin kamu. Setiap orang dalam menghadapi dan meregulasi badannya sendiri pasti berbeda. Cuma kamu yang paham gimana harus menghadapi diri kamu sendiri. Ini ngomongin diri saya sendiri yang memang sedang belajar berdamai dengan diri sendiri.
Lantai tegel teras, juga bisa buat grounding
Eh bentar, bentar.. Ini kok jadi panjang? Padahal tadi niatnya cuma mau posting pendek ngasih liat tegel di rumah bisa buat grounding energi. Ngasih liat kalo punya background buat posting gelas kopi. Ngasih liat kuku centil (yang mungkin fotonya akan ada di postingan sendiri).
Iya, udah gitu aja.



No comments:
Post a Comment