Friday, February 1, 2013

Berjalan Lebih Lambat untuk Menikmati Hidup

Dear Kay,

Rasanya belakangan ini suratku semakin pendek saja. Alasan kesibukan dan kemudian kehilangan ponsel semakin menghambat komunikasi kita saja. Aku bahkan tidak sempat menulis dan bercerita banyak. Iya, kita masih bisa berkomunikasi lewat surat, tapi rasanya tidak cukup. Iya, masalah rasa. Belakangan ini aku sedang belajar semakin sabar dengan kondisiku. Ingin rasanya aku teriak melampiaskan segala emosiku..

Kamu tahu, mungkin saat ini kamu bersyukur karena berada jauh dariku. Setidaknya kamu tidak perlu menghadapi perempuan yang sedang dikuasai oleh hormon bulanannya. Yang sebagian besar lelaki memilih untuk menghadapi naga daripada menghadapi perempuan macam ini. Hihihi . Banyaknya limpahan pekerjaan yang diberikan kepadaku dan tugas-tugas yang menunggu untuk dibereskan hanya menambah kekusutanku saja. Rasanya menyebalkan. Belum lagi belakangan ini aku hanya bisa mengeluh. Sudah jelas kamu akan kewalahan dan mungkin kita akan berakhir dengan pertengkaran. Aku sedang tidak menjadi teman yang baik. Dan kamu tidak usah membantah! Percuma melakukan perdebatan denganku saat ini. Hihihi


Kamu, apa saja yang kamu lakukan belakangan ini? Sudah sejauh mana kesibukan mempersiapkan perpindahanmu ke ibukota? Aku ingin mendengar ceritamu..

Kondisi ibukota sudah mulai normal lagi. Lalu lintas dan orang-orangnya juga sudah mulai menjadi ganas karena mereka sudah mulai beraktivitas kembali. Inilah ibukota yang kukenal.. Penuh dengan manusia yang berjalan terburu-buru. Mungkin harusnya mereka berjalan lebih lambat dan bisa melihat sekeliling mereka supaya mereka bisa menikmati hidup mereka untuk kemudian bersyukur. Termasuk aku...

Padahal untukku waktu berjalan lebih lambat dari seharusnya. Sambil menghitung hari sampai akhirnya kamu tiba di sini. Tapi untuk hal-hal lainnya, rasanya waktu seperti terbang dengan kecepatan cahaya. Semacam kontradiktif..

Aku mulai mengeluh lagi ya? Saat ini aku sedang melambatkan langkahku sekaligus menikmati segala kekusutan yang mampir. Seperti yang kukatakan padamu tempo hari itu kalau aku sedang menikmati segala yang hadir di dalam hidupku. Termasuk atas banyaknya persoalan yang menghampiriku. Sebenarnya tergantung bagaimana aku menyikapinya, persoalan pasti ada jawaban atau jalan keluarnya. Seseorang berkata kalau jawaban dari persoalan adalah beres atau selesai! Tinggal setelahnya melihat apa yang didapat dari segala persoalan yang menerpa.

Baiklah Kay, sudah waktunya tidur. Besok aku harus menghadiri beberapa rapat bersama klien. Ohiya, rasanya aku belum mengatakan kepadamu kalau aku pindah divisi di kantorku. Kuharap pekerjaanku yang baru ini akan sangat menyenangkan.

Saat ini aku sedang memutar lagu-lagu dari Landon Pigg sebagai pengantar tidurku, salah satu dari sekian banyak lagu favoritku. Dan hey, aku merindukanmu!


Selamat istirahat!



With love,
Ay

8 comments:

  1. Suratnya pendek bukan karna abis ide? #eh *dikaplok
    hahaha kalo aku mah milih hadepin wanita daripada hadepin naga :P

    ReplyDelete
  2. Engga, beneran sibuk. :))

    Yakin kamu milih ngadepin perempuan? Hihi

    ReplyDelete
  3. kamu udahan ya surat2an nya Beb... :|

    ReplyDelete
  4. Jadi kehilangan gairah nulis surat cinta?

    ReplyDelete
  5. ya klo blum abis, ayo lanjut gairahnya..tetep bergairah ya...:D

    ReplyDelete