Saturday, April 15, 2017

Mengejar Mimpi, Jadi Apa Saja Yang Ku Mau!




Kamu punya mimpi?..

Eh, bukaan. Gak gitu maksudnya. Ini cuma nanya soal mimpi atau apa yang kamu mau sebagai perempuan. Bukan pembuka untuk prospekin kamu atau gimana-gimana kok. Habisnyaa..

Jadi perempuan itu gampang-gampang susah ya?

Sebagai perempuan, kita dituntut untuk bisa melakukan berbagai macam hal dan harus bisa menjadi peran yang berbeda-beda. Memiliki kemampuan multi-tasking tentu saja merupakan keahlian yang sangat penting. Pernah gak sih kamu dituntut macam-macam oleh lingkungan sekitar kamu? Sedangkan kamu sendiri belum tentu ingin menjalankan apa yang mereka mau? Pengennya mengejar cita-cita kamu sendiri aja tanpa memerdulikan orang lain? Bisa gak sih?..

Nampak susah ya?

Daaaan, terdengar egois banget?



Sebagai seorang anak, dulu kalo ditanya mau jadi apa, kayaknya saya menjawab "Mau jadi orang yang berguna untuk nusa dan bangsa". Jawaban apalah itu ya? Terdengar textbook sekali. Hahaha Padahal menjadi orang yang berguna atau bermanfaat itu gak harus dalam lingkup yang guedee banget, bisa dimulai dari lingkup terkecil, dimulai dari keluarga atau teman, misalnya.

Ketika beranjak dewasa, banyak hal-hal atau tekanan baru yang dulu belum pernah kita alami sewaktu masih sekolah. Masalah yang kita hadapi sewaktu kuliah pasti akan berbeda dengan masalah yang kita hadapi sewaktu mulai bekerja, apalagi ketika memasuki rumah tangga. Prioritas akan berubah karena peran yang bertambah. Dari yang awalnya cuma jadi anak aja, kemudian jadi pegawai yang punya tanggung jawab pekerjaan di perusahaan, kemudian bertambah menjadi seorang istri dan juga ibu.



Peranan saya saat ini sebenarnya kurang lebih sama dengan perempuan lainnya, saat ini saya menjadi seorang anak tertua, seorang kakak, seorang istri, dan juga seorang menantu. Saya masih memiliki banyak mimpi, beberapa mimpi atau keinginan yang ingin saya raih pertama adalah saya masih ingin banget belajar rias pengantin tradisional Jawa, yang masih sesuai dengan pakem tradisional. Bikin orang lain jadi cantik dan bahagia di hari spesial mereka kan bisa jadi ibadah. Sayangnya, sampai saat ini sih belum kesampaian karena masih tertunda terus karena ada prioritas lain yang belum bisa ditinggalkan.

Selain itu, saya masih ingin pergi mengunjungi banyak tempat di Indonesia dan juga negara lain. Bukan sebagai turis aja, tapi juga ingin lebih mengenal dan belajar kebudayaan lokal tradisional di tempat tersebut. Eat and live like local. Kedengerannya menyenangkan ya?

Ada amin? :'3

Selain ituu, saya ingin jadi perempuan yang bahagia. Kenapa? Kalau kita bahagia, kita akan memancarkan energi yang positif dan bisa bikin sekitar kita ikut jadi bahagia juga. Misalnya nih, untuk yang sudah menikah, nantinya gak jadi istri yang memberatkan suami dan kita bisa punya hubungan yang harmonis karena kita sama-sama bahagia. Pada akhirnya, lingkungan sekitar kita akan menjadi lingkungan yang harmonis. Saya sih masih dalam proses membuat bahagia saya sendiri, gak usah jauh cari-cari ke luar, cari di dalam diri sendiri aja. Mudah-mudahan terwujud. (:


Blogger Gathering Bersama Female Daily dan Lactacyd Indonesia


Ibu Anna, Donita, dan Mbak MC

Hari Sabtu tanggal 8 April 2017 kemarin, saya menghadiri Blogger Gathering bersama Female Daily dan Lactacyd Indonesia di Tanamera Coffee Ahmad Dahlan bersama Donita sebagai Brand Ambassador dan Ibu Anna Surti Ariani yang seorang Psikolog sebagai narasumber. Acaranya sendiri bertema "Empowering Women" yang membahas perempuan yang memiliki multi-peran.

Seperti yang kita tahu (dan rasakan sendiri) perempuan itu memang ditakdirkan punya banyak peran, seperti yang sempat saya sebutkan di atas. Perempuan bisa jadi anak, jadi istri, jadi ibu, jadi pegawai atau working mom, masing-masing punya peran dan prioritas yang berbeda. Terus bagaimana caranya mengelola semua peran ini dengan baik dan kita tetap senang? Komunikasi. Ngomong.




Ya kalau misalnya kita punya ganjalan terhadap pasangan kita? Kasih tau dan bicarakan, jangan cuma kasih kode-kode aja. Cuma sering juga kan kita takut kalau seandainya nanti ngomong, malah jadi berantem atau jadi baper sendiri. Yaa, paling gak kita udah kasih tau apa yang jadi ganjalan kita kan. Kalau pasangan sudah ngerti maksud dan apa yang kita rasakan, harusnya sih jadi lebih paham apa yang kita mau dan akhirnya bisa membantu meringankan beban kita juga.

Ohiya, kita kan sering banget menggunakan kata "emosi", misalnya kesulut dikit kita pakai kata "emosi" untuk menggambarkan bahwa kita tuh "kesal" atau "marah". Padahal emosi artinya gak cuma itu aja. Secara psikologis, semua perasaan yang kita rasakan itu adalah emosi. Apa aja sih? Ya semua.. Senang, sedih, marah, kesal, haru, dsb itu masuk dalam emosi.







Dari hasil ngobrol-ngobrol kemarin, saya jadi tahu soal manajemen emosi yang dikenal dengan nama 4A untuk mengelola stress. Tahap yang pertama adalah Avoid, sesuai dengan namanya yaitu menghindari penyebab stress. Tahap yang kedua adalah Alter, yaitu mengubah apa yang menjadi penyebab kita stress. Tahap yang ketiga adalah Adapt. Kalau dua tahap yang tadi belum bisa mengurangi atau menghilangkan stress kita, mau gak mau kita harus beradaptasi dengan penyebab stress tersebut. Yang keempat adalah tahap Accept. Kalau tiga tahap Avoid Alter Adapt masih belum bisa membantu kita, yaudah penyebab stress itu kita terima dan hadapi saja, jangan lari-lari lagi dari masalahnya.

Kalau akhirnya sudah ada di tahap Accept dan sudah kita terima, harusnya sih nantinya bisa berdamai dengan penyebab stresnya. Ya gak sih? Menurut saya sih gitu, gak tahu kalau menurut mas Anang gimana..


Peserta Blogger Gathering

Bareng Chichi dan Nath!

Review Lactacyd Herbal

Sewaktu saya pulang dari gathering kemarin, saya dapat oleh-oleh satu botol Lactacyd Herbal yang ukuran 60ml. Iya, varian yang terbaru itu. Sebelumnya saya sudah sempat pakai Lactacyd White Intimate, walaupun gak rutin pakainya sih. Suka skip pas mandi karena lupaa. Jadi selama ini cuma pakai tanpa memperhatikan secara detail gimana efeknya selama pakai produknya.

Pas banget Lactacyd White Intimate saya sudah habis dan kebetulan pas kemarin jadwal saya menstruasi. Jadi saya udah niat untuk coba pakai rutin biar tahu gimana efeknya nih. Soalnya selama acara gathering kemarin itu, dengar banyak cerita pengalaman dari Donita dan Ayu Diah mengenai Lactacyd yang mereka pakai, bikin saya jadi penasaran pengen ngecek sendiri gimana.






Di acara gathering ini Lactacyd sekaligus meluncurkan produk terbaru mereka yaitu #HaloLactacydHerbal. Lactacyd herbal ini berbeda dengan varian Lactacyd lainnya karena diformulasikan khusus untuk menjawab kebutuhan wanita Indonesia, sesuai dengan pasar Indonesia yang dominan di kategori pembersih dengan Sirih. Kandungan alami Lactacyd Herbal adalah ekstrak sirih, ekstrak susu, dan ekstrak mawar yang membersihkan, melembutkan dan merawat area V. Gak usah khawatir, Lactacyd merupakan brand international untuk pembersih kewanitaan yang terpercaya dan Lactacyd ini sudah teruji secara dermatologi dapat digunakan setiap hari.

Paduan ketiga bahan ini dipilih karena:

  1. Daun Sirih mengandung antibiotik alami dan dikenal secara turun temurun untuk membersihkan dan melindungi area V dari penyebab gatal dan bau tak sedap.
  2. Susu yang melembutkan kulit sekitar area V.
  3. Mawar yang dipersepsikan memberikan keharuman tahan lama dan juga dapat merawat area V.

Dari segi botol, tutupnya berbentuk flip top yang memudahkan kita untuk mengambil produk tanpa harus repot putar-putar tutupnya, bisa langsung dibuka dan ditutup segera. Botolnya terdiri dari dua ukuran, yaitu 60 ml dan 120 ml. Cara pemakaiannya sendiri sih disesuaikan dengan kebutuhan saja, minimal dua kali sehari. Sesuai dengan frekuensi kita membersihkan tubuh, mandi dua kali sehari, jadi membersihkan area V pun bisa dilakukan minimal dua kali sehari.

#HaloLactacydHerbal

Kalau pengalaman saya selama sekitar hampir seminggu (dan pas menstruasi) memakai Lactacyd ini adalah nyaman. Soalnya saya itu kulitnya sensitif banget, jadi sering banget merasa sengsara pas menstruasi, iritasi karena gesekan dengan pembalut dan juga karena pemakaian pembalut dalam waktu yang lama. Selama memakai Lactacyd Herbal ini, yang saya rasakan itu gatal berkurang, selain itu kulit jadi lembab, padahal biasanya kering krn iritasi akibat gesekan pembalut dengan kulit.

Gatalnya memang gak benar-benar hilang sih, tapi yang saya rasakan bedanya cukup signifikan. Biasanya gatalnya sampe bikin saya mau nangis, kemarin ini alhamdulillah cuma terasa gatal sesekali aja. Cuma memang untuk lain-lainnya belum terlalu terasa bedanya ya, nunggu penggunaan jangka panjang terlebih dahulu. Wanginya sendiri lembut, gak tajam menyengat. Saya sih suka wanginya, apalagi saya memang suka dengan aroma mawar. Setelah pengalaman ini, kayaknya habis ini akan cukup rutin pakai Lactacyd deh, terutama ketika menstruasi.

Ohiya, kalau kamu mau melihat info dan varian Lactacyd lebih lengkap, silakan cek ke laman Lactacyd Indonesia, Facebook Fanpage Lactacyd_id, dan Twitter @Lactacyd_id ya!

Pesan Ibu Anna yang saya ingat tuh katanya, "Jadilah nyaman dan bahagia dengan diri sendiri, setelah itu baru kamu bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan bisa menjadi apapun yang kamu mau, dalam peran-peran kamu jalani." 
Semacam pas gitu dengan keinginan saya dalam #JadiYangKuMau, jadi perempuan yang bahagia sehingga saya bisa menjalani SEMUA peran saya sebagai perempuan dengan fun!


Dengan menggunakan Lactacyd Herbal, kamu bisa jadi apapun yang kamu mau. Kalau kamu, mau jadi apa?..







Thank you Female Daily for having me!




#HaloLactacydHerbal #JadiYangKuMau
www.lactacyd.co.id
FB & Twitter: Lactacyd_id

No comments:

Post a Comment