Thursday, August 9, 2018

Berkeliling Memanjakan Mata di Festival Seni Rupa Art Jakarta 2018



Saya menyukai seni. Walaupun tidak mengerti layaknya orang-orang yang bergelut di bidang seni, tapi saya menikmati apa yang bisa saya nikmati. Kalau tidak mengerti dan rasanya menarik, saya berusaha belajar dengan bertanya. Art Jakarta 2018 yang berlangsung pada tanggal 2-5 Agustus 2018 ini merupakan pergelaran ke 10 tahun, tapi ini adalah kali pertama saya datang ke sini. Bertandang berkeliling di ballroom The Ritz-CarltonJakarta, Pacific Place, yang luas sambil menikmati lebih dari 1000 karya seni yang dipamerkan di festival seni rupa internasional terbesar di Indonesia. 


Art jakarta 2018 ini baru dibuka untuk umum pada tanggal 3-5 Agustus 2018 dengan jam buka mengikuti jam operasional Pacific Place Mall jam 10:00 sampai 21:00. Pada festival Art jakarta tahun ini ada lebih dari 1000 karya seni oleh lebih dari 300 seniman dan 51 galeri; Pop Art Restaurant oleh The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, dengan tema The Green House by maggie Joan's. Desain restoran ini dibuat oleh Kezia Karim bersama dengan Satya Putra dari Larch Studio dan Virobuild; serta Art Bar yang menyediakan souvenir dalam bentuk tas selempang, sarung bantal, hingga kakos dengan aplikasi karya seniman Wedhar Riyadi, Agan Harahap, Uji Hahan Handoko, dan Petek Sutrisno. Untuk masuk ke dalam pameran ini, pengunjung hanya dikenakan HTM sebesar 50 ribu saja kok. 

Sebenarnya, dari kecil saya sudah terpapar dengan seni karena tumbuh di keluarga seniman. Kakek saya merupakan seorang pelukis beraliran surrealisme satu angkatan dengan Affandi, nenek saya merupakan seorang penari jawa tradisional, dan ibu saya seorang penyanyi. Sayangnyaaaa, saya tidak merasa kalau saya memiliki bakat di bidang seni sebagai seniman, cuma sebagai penikmat saja. ahahahaha 

Kulkas Modena yang dilukis dan akan dilelang nantinya

Ketika memasuki ballroom area pameran Art Jakarta 2018 untuk menuju area panggung utama, mata saya langsung tertumbuk pada kulkas Modena yang dilukis menjadi sangat menarik. Ternyata, kulkas tersebut nantinya akan dilelang dan hasilnya akan disumbangkan untuk DoctorSHARE, yaitu rumah sakit terapung yang akan berlayar di daerah timur Indonesia, untuk menjangkau pulau-pulau kecil di sana. Saya sempat berbincang dengan Ibu Lani dari Modena yang menjelaskan bahwa sekali berlayar, rumah sakit terapung tersebut akan pergi selama satu tahun menuju bagian timur indonesia baru kemudian kembali ke pelabuhan. 


Set keramik yang saya taksir xD

Tidak hanya kulkas saja yang dilelang atau dijual untuk amal, masih ada lagi lelang amal Art Carpet utuk Yayasan Mitra Musen Jakarta, dan penjualan piring makan dan mangkuk yang memiliki 5 desain yang berbeda kampanye dari Yayasan Jantung Indonesia. Saya juga sempat berkenalan dengan Ibu Dahlia dari Yayasan Jantung Indonesia yang menjelaskan mengenai porselen yang dipamerkan di sana. Satu set desain terdiri dari empat tableware yang berbeda (dua piring, satu mangkuk, dan satu mug) dan dijual dalam set per dua buah. Satu piring/mangkuk dijual seharga 100ribu rupiah, jadi satu set seharga 200ribu yes. Sayangnya saya kemarin tidak sempat menanyakan kalau di luar Art Jakarta 2018, tableware yang lucu-lucu itu bisa didapatkan di mana lagi. 

Saat Konferensi Pers Art jakarta 2018

Selama 10 tahun ini, Art Jakarta sudah menjadi festival seni rupa yang mempertemukan kolektor, art dealer, seniman, penikmat, dan pelaku dengan memadukan seni dan gaya hidup. Selama saya berkeliling memanjakan mata saya dengan karya seni yang indah, artsy, menarik, dan yang lucu-lucu ini sebenarnya rasanya ingiiin banget membeli karya-karya di dalamnya. Untuk saat ini kayaknya sih kantong belum mumpuni untuk mengoleksi karya seni tersebut, semoga suatu saat sih bisa mengapresiasi karya mereka tanpaaaa mikirin berapa biayanya. Ehehe ehe 


salah satu instalasi karya Hendra Gunawan. Difoto sama Risman.

Dari Art jakarta 2018 ini juga saya jadi kenal dengan Hendra Gunawan dan tahu bahwa akan diadakan pameran tunggal lukisan Hendra Gunawan koleksi Ir. Ciputra yang bertajuk Prisoner of Hope di Ciputra Artpreneur tanggal 5-16 Agustus 2018. Ketika saya gak sengaja bilang ke teman saya yang ternyata fans berat beliau, histeris lah dia. Hahaha Senang ada pamerannya, tapi sedih gak bisa datang ke Jakarta untuk menikmati sendiri pamerannya seperti apa. Jadinyaaaa, saya punya PR tambahan untuk datang ke pameran tersebut nantinya. Untung sayang dan gemas sama bocah satu ini. I can't wait to go there, tho

Salah satu foto karya Alex yang bertema #LetMeTellYouAStory

Ohiyaaaaaaa, di sini ada pameran foto-fotonya Alexander Thian aka Amrazing juga lho! Saya ngikutin twitter Alex dari tahun 2010 kayaknya, dari jaman twitter masih asik dan belum seberisik sekarang. Dari jaman Alex masih ngetwit bercerita, nulis skenario untuk sinetron, sampai akhirnya belajar fotografi dan sekarang jadi travel blogger yang foto-fotonya laaaaaff banget! 





Kudanyaaaa ginuk-ginuk kusukaaaa!



keramaian pengunjung Art Jakarta 2018

Karya TK Chan dari Hongkong

I don't know. I just love this piece.



Berkeliling di Art Jakarta 2018 ini memang gak akan cukup sehari, sayangnya rencana saya buyar untuk datang di hari-hari berikutnya karena kesibukan. Untungnya sempat muterin hampir keseluruhan area pameran bersama masindrak. Jadi ada teman untuk menikmati karya seni beneran dan bukan untuk berswafoto semata. Hey, don't get me wrong. Silakan saja kalau mau foto-foto, tapi coba nikmati juga karya-karyanya dan bukan cuma untuk posting IG semata.

Bareng Mbak Frieda~

Walaupun lelaaaaaah kaki dan pengunjung ramai banget, saya pulang dengan senang. I feed my soul. Menurut saya Art Jakarta 2018 yang diselenggarakan hanya 4 hari ini terlalu singkat, kurang banget! Mudah-mudahan sih tahun depan waktu pamerannya bisa lebih panjang yes? 

Untuk info lebih lanjut, bisa langsung cek website Art Jakarta di www.artjakarta.com, instagram @artjakarta, dan Facebook Art Jakarta. 



Terima kasih Inke Marris yang sudah mengajak saya dan teman-teman blogger lainnya mengunjungi Art Jakarta 2018 ini. Mwah!


No comments:

Post a Comment