Tuesday, August 7, 2018

Masih Muda dan Sering Kesemutan? Jangan-Jangan Itu Gejala Neuropati!




Kamu (merasa) masih muda tapi sering kram, kebas, dan kesemutan? Hmm.. Jangan-jangan kamu jompo itu gejala neuropati! Neuropati itu apa sih? Yuk kenali gejala neuropati dan risiko dampaknya pada tubuh, supaya kita bisa mencegah sejak dini. 

Selasa 31 Juli 2018 kemarin nih, saya diundang ke acara peluncuran New Visual Identity oleh Neurobion Lawan Neuropati. Baru mulai acara, ceritanya seluruh peserta disuruh duduk bersila sama MC lalu dikasih tugas untuk mengetik cepat tulisan di papan tulis. Dikasih waktu sekitar 10 - 20 menit lah. Lalu apa yang terjadi? Saya tentuuuu saja kesemutan. Maklum, encoque, sobat jompokuuu. Saya sih menganggap biasa aja karena memang saya ada low back pain. Tapi buat yang gak punya encok kaya saya tuh normal gak sih? Kalau kesemutannya sering banget, ternyata enggak normal lho. Seperti yang saya bilang tadi, jangan-jangan itu gejala Neuropati. 

Apa itu Neuropati? 

Neuropati adalah kondisi gangguan dan kerusakan saraf tepi yang berisiko terjadi pada penderita diabetes, peminum minuman beralkohol, usia lanjut, defisiensi vitamin, khususnya vitamin B12 Dan B12, gaya hidup tidak sehat, dan aktivitas dengan gerakan berulang. Selain itu, neuropati merupakan penyakit kerusakan saraf tepi yang dapat disebabkan oleh gaya hidup masyarakat sehari-hari dalam bentuk aktivitas berulang seperti bermain gadget, mengendarai motor, mengetik di komputer, dan lainnya. 

Gejala neuropati: 
  • Rasa nyeri seperti baal atau kebas 
  • Kesemutan dan kram 
  • Mati rasa 
  • Kaku otot 
  • Nyeri terbakar di tangan dan kaki 
  • Kulit hipersensitif dan mengkilap 
  • Kelemahan anggota gerak 
  • Penyusutan otot 

Gimana sobat jompoku, pernah ngerasain gejala-gejala seperti di atas? Hmm, coba deh bikin janji kencan sama dokter saraf kesayangan kamu untuk periksa lebih lanjut. Kalau masih pada tahap kesemutan, itu artinya masih ada di gangguan saraf dan belum sampai ke gangguan fungsi. Taaapiii, kalau sudah sampai di tahap mati rasa? Duh, itu saraf sudah sudah rusak karena sudah tidak ada rasa apa-apa lagi. Sama kaya hati lah, kalo udah tahap terlalu sering disakiti, biasanya lama-lama jadi mati rasa gitu. :( 

Jangan curhat, Jeng!

Siapa berisiko neuropati?

SEMUA ORANG BERISIKO TERKENA NEUROPATI. Eh gimana? Ya karena kemajuan zaman, perkara gaya hidup atau lifestyle dan pola makan yang tidak sehat, saat ini semua orang berisiko kena neuropati. SEMUA ORANG. SEMUA UMUR. Kalau zaman dulu nih, yang berisiko kena neuropati paling orang tua, orang malnutrisi dan orang diabetes. Lalu nih, untuk penderita diabetes bisa lebih dari 50% (sampai 70%) berisiko akan TERKENA NEUROPATI. Dan seremnya lagi, seringkali pada org diabetes berakhir dgn amputasi. 

Narsum dr. Manfaluthy sedang berbicara

Jadi gini, katanya dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat yang juga konsultan neurologis dari Departement Neurologi FKUI/RSCM, kenapa penderita diabetes bisa berakhir dengan amputasi tuh karena mereka gak sadar kalau ada luka di bagian tubuhnya. Seperti yang kita tahu, orang dengan diabetes kalau sudah terluka itu susah untuk sembuh. Dan kata dr. Manfaluthy ini kalau mereka tidak sadar tubuh mereka terluka karena sarafnya rusak, jadi mati rasa dan gak terasa sakit. Sehingga ketika ada luka dan sampai membusuk, biasanya orang di sekitar mereka yang menyadari hal tersebut. Ketika dibawa ke dokter untuk ditangani, banyak yang terlambat sehingga berakhir dengan amputasi. 

Pantesan aja sih saya suka dengar kasus mengenai luka dan amputasi ini, ternyata karena sarafnya rusak. Kalau kamu (atau teman/saudara) penderita diabetes, disarankan untuk memeriksakan diri kepada dokter spesialis saraf mengenai gejala neuropati ini supaya status kesehatan saraf kamu tetap terpantau dengan baik. Ohiya, katanya dokter-dokter di acara ini juga, bagi penderita diabetes sebaiknya selalu menggunakan alas kaki, walaupun di dalam rumah. Ini sebagai pencegahan, untuk memperkecil risiko luka yang tidak diketahui atau disadari.

Disuruh duduk sila sambil ngetik di hape coba..


Pemicu, Proses, dan Dampak Neuropati 

Kalau posisi duduk, berdiri, dan bekerja kamu ternyata gak benar dan sudah dilakukan dalam jangka waktu lama, pasti bisa memicu sakit-sakit di badan. Coba deh dicek lagi apakah kegiatan kamu sehari-hari tuh ternyata merupakan hal-hal yang memicu neuropati. Kaya apa sih? 

Hal yang memicu neuropati: 
  1. Texting di gadget 
  2. Mengendarai motor Dan Mobil 
  3. Duduk lama di posisi yang sama 
  4. Gerakan yang berulang 
  5. Mengetik di komputer 
  6. Main games 
  7. Memakai sepatu hak tinggi 

Neuropati sendiri ada prosesnya, lho! Tidak serta merta langsung parah. Coba cek beberapa tahap di bawah ini, kira-kira menurut dokter kamu, status kesehatan saraf kamu ada di mana? 

Proses neuropati: 
  • Early: gangguan fungsi tanpa kerusakan struktur 
  • Moderate: gangguan fungsi dengan kerusakan pada selubung saraf 
  • Severe: gangguan fungsi dan disabilitas dengan kerusakan sebagian besar struktur saraf 

Dampak neuropati: 
  • Luka 
  • Penurunan kekuatan motorik 
  • Penurunan sensasi rasa sehingga mudah terluka 

Neuropati bisa dicegah kok. Caranya gimana? Lakukan olahraga doong! Badan bergerak dan tidak sedentari bisa membantu badan lebih sehat. Senam ringan juga boleh. Lalu lakukan perbaikan gaya hidup. Cek gaya hidup kamu sudah sehat atau belum. Asupan makanan sudah seimbang atau belum. Perkara stress gimana? Itu juga ngaruh tuh. Lalu untuk sehari-hari, mengonsumsi vitamin neurotropik juga dapat membantu mengurangi gejala neuropati. Vitamin neurotropik terdiri dari vitamin B1, B6, dan B12 yang berfungsi memperbaiki gangguan metabolusme sel saraf dan memberikan asupan yang dibutuhkan supaya saraf dapat bekerja dengan baik. 



Seputar Neuropati dan Vitamin Neurotropik 


Eh, kamu tahu gak sih ada penyakit saraf namanya Saturday Night Palsy? Namanya macam judul film favorit saya aja gitu, Saturday Night Fever. (Me, Playing Stayin' Alive from Bee Gees as a backsound) Tapi pas dengar itu penyakit macam apa, gak ada keren-kerennya deh. Kata dr. Manfaluthy, Saturday Night Palsy tuh kaya kalo pas kamu lagi pacaran maunya glendotan lalu kepalanya ditaruh di lengan pacar kamu. Nah, saat lengan tertindih lama itu yang menyebabkan sakit. Kalau dilakukan terus menerus, itu bisa mengarah menjadi penjepitan saraf. Besok-besok kalo kamu pacaran, jangan lupa stretching biar gak kram dan kesemutan yha! 

YOU! Yes yes, it's you! 

Saya juga sempat bertanya mengenai pemakaian vitamin neutropik jangka panjang dan hubungannya dengan ginjal seperti apa, apakah perlu ada detox sekian waktu atau tidak. Kenapa saya nanya gitu? Soalnya nih sobat jompoku, saya merupakan konsumen tetap Neurobion. Ehehe ehe 

Ceritanya nanya..

Kemudian dijelaskan oleh dr. Yoska selaku Medical manager Merck Consumer Health, bahwa pemakaian dalam jangka waktu lama itu aman, dibuktikan dengan penelitian NENOIN (Non-intervensi dengan Vitamin Neurotropik). Studi klinis NENOIN merupakan studi mengenai kesehatan saraf tepi yang pertama kali diadakan di Indonesia dan telah dipublikasikan di Asian Journal Of Medical Sciences 2018. Tidak perlu detox juga karena vitamin B itu water soluble atau larut dalam air. Apabila berlebih akan dikeluarkan dalam urine. DIKELUARKAN, bukan dalam METABOLISME. Jadi benar2 dibuang sehingga tubuh hanya menggunakan yang diperlukan. Dan menurut para dokter, sejauh ini juga belum ada laporan mengenai intoxicatin vitamin B sehingga cenderung aman untuk dikonsumsi jangka panjang. 

Kalau kamu masih ragu, menurut saya pribadi sih, rutin minum air putih yang banyak dan konsultasikan dengan dokter kesayangan kamu untuk mendapatkan hasil yang terbaik. 


Peluncuran New Visual Identity Neurobion 

Pada tahun 2018 ini, MERCK memperkenalkan kemasan baru Neurobion dengan logo baru sebagai simbol kesehatan saraf. Dengan formula original yang terbukti secara klinis (dengan studi NENOIN) mengurangi gejala neuropati hingga 62,9%. Logo barunya berupa huruf N dengan titik-titik sebagai simbol saraf memiliki 3 filosofi, yaitu sebagai simbol saraf, ahlinya vitamin neurotropik, dan partner sejati untuk kesehatan saraf. Simbol saraf yang terkoneksi ini juga sesuai dengan kampanye terintergrasi Neurobion yang memberikan Solusi Total bagi kesehatan saraf. 

Kemasan baru Neurobion dengan logo N

Neurobion dari MERCK ada dua jenis, yaitu:
1. Neurobion Forte 
Berwarna merah dan pink. Berisi vit B1 100mg, B6 100mg, dan B12 5000mcg untuk mengobati neuropati dengan gejala ringan sampai berat. Target pasien adalah pasien diabetes, terapi Metformin, dan penderita Carpal Tunnel Syndrome. 

2. Neurobion Putih 
Berwarna putih dan biru. Berisi vit B1 100mg, B6 200mg, B12 200mcg untuk mencegah dan menghindari munculnya kembali gejala Neuropati. Target pasien adalah pasien dengan risiko tinggi defisiensi vitamin B dan Neuropati seperti usia lanjut, gangguan pencernaan, vegetarian, hepatitis dan pasien dengan risiko tinggi diabetes seperti obesitas dan hipertensi. 

Tahu dong saya mengonsumsi neurobion yang mana? HAHAHAHAAHAHA 


Ketemu ciwi-ciwi kece.

Buat kamu jamaah jompo milenial, kalau sudah mengalami beberapa gejala seperti yang disebut di atas, buruan deh bikin janji dengan dokter kesayangan kamu. Atau faskes terdekat dengan kampus atau kantor kamu juga boleh. Lawan neuropati dan semoga kamu sehat-sehat terus yes!




No comments:

Post a Comment