Tuesday, May 13, 2014

Outback Steakhouse for the First Time



Selalu ada yang pertama kali untuk segala hal. 


Nah untuk kali ini, saya baru pertama bersantap di Outback Steakhouse. Saya cukup beruntung diundang untuk menghadiri gathering Yukmakan kali ini yang bertemakan Steakopedia. Bertempatkan di Outback Steakhouse Kuningan City pada hari Sabtu tanggal 3 Mei 2014, acara berlangsung meriah dan sangat menyenangkan.  Siapa sih yang gak senang dapat ilmu tentang seputar steak dan kemudian langsung dipraktekkan dengan hidangan steak yang sangat lezat? Saya sih luar biasa senang!




Acara gathering Steakopedia dibuka oleh Ibu Dita selaku Marketing Manager Outback Indonesia, dilanjutkan oleh Feyfey sebagai perwakilan dari Yukmakan, dan terakhir oleh General Manager di Yukmakan, Ibu Aletta Sumampouw. Kemudian langsung masuk kepada penjelasan materi tentang seluk beluk steak oleh Mr. Dilip yang merupakan the best chef from Singapore.


Mr. Dilip, the Singapore Chef

Outback Steakhouse ini merupakan sebuah restoran yang berasal dari Amerika Serikat, jadi daging yang disajikan pun berasal dari Amerika Serikat. Ada beberapa cara untuk memilih steak yang baik:

1. Meat Grading
Meat grading atau beef grading ini adalah pengklasifikasian kualitas daging. Ada beberapa standar beef grading dari beberapa negara, seperti Canada ( Canadian Beef Grading Agency), Australia ( Meat Standarts Australia), Japan ( Japan Beef Grading Association ), Amerika Serikat (United States Department of Agriculture/USDA), dan EU Beef Carcase Classification System. Salah satu grade dalam daging yang paling umum yaitu prime, choice, select, dan standard. Beef grading menurut USDA ini didasarkan oleh degree of marbling dan degree of maturity.

2. Beef Cuts. 
Potongan daging bagian mana yang kita inginkan. Beberapa bagian potongan yang paling populer adalah sirloin, tenderloin, rib eye, T-bone, dan fillet mignon. Di antara semua itu tenderloin mungkin yang paling populer karena posibbly the finest cut of the beef.

3. Steak Doneness. 
Dari cara pemilihan steak di atas, kemudian yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana cara steak tersebut disajikan. Mau pesan steak yang harganya mahal luar biasa pun tidak akan terasa enak apabila cara penyajiannya tidak sesuai. Memang, steak disajikan sesuai dengan selera masing-masing, dan untuk orang Indonesia mungkin tidak biasa makan steak yang ‘tidak matang’. Cara masak atau cara penyajian yang kurang disarankan adalah ‘well done’ karena daging akan menjadi kering. Jus dari dagingnya akan menguap apabila dimasak terlalu lama dan daging akan menjadi kurang lembut. Cara penyajian yang umum dan cukup disarankan umumnya adalah ‘medium’ atau paling ‘tidak medium well’ karena daging masih cukup lembut dan juicy pada saat disantap.

Beef cuts explanation

Hal yang paling menarik dari gathering kali ini adalah pada saat peserta diijinkan masuk ke dapur Outback untuk melihat bagaimana bentuk dapur dan proses penyajian sebuah masakan, terutama steak. Dari berbagai potongan daging yang masih mentah sampai disajikan menjadi sebuah masakan yang siap diantarkan ke meja pelanggan. Di situ saya mencoba Prime Rib yang baru saja melewati proses pertama, yaitu proses pemanggangan. Ternyata khusus untuk Prime Rib tidak bisa minta penyajian kurang dari ‘medium’ karena sudah melalui proses pemanggangan selama sekian jam dengan hasil akhir yang sudah ‘medium’. 

Pendapat saya setelah mencoba Prime Rib yang masih setengah matang tersebut adalah rasanya ternyata cukup enak. Walaupun hanya dipanggang tanpa bumbu, tapi rasa alami daging sudah terasa enak. Memang Prime Rib adalah daging yang termasuk kelas satu dan dari segi harga juga cukup mahal. Daging yang berkualitas memang tidak perlu proses dan bumbu yang terlalu banyak untuk menjadi sebuah masakan yang lezat. Mungkin lain kali saya akan memesan Prime Rib Original apabila saya bertandang lagi ke Outback. 
Prime Rib dalam bentuk loaf yang baru dipanggang

Ohiya, tentu saja menu yang disajikan juga tidak kalah menarik dari acaranya. 

Appetizer yang disajikan ada tiga yaitu: 

   

  


Soup of the day yang berupa Chicken Mushroom Cream Soup, sup krim kental dengan ayam dan jamur, porsinya yang pas dan bikin gak sabar untuk menu berikutnya.

Kookabura Wings, Sayap ayam yang digoreng dengan bumbu khas Outback Steakhouse, disajikan dengan potongan seledri renyah dan saus putih. 

Crispy Fried Mushroom, jamur kancing digoreng tepungRasanya renyah sekaligus juicy pada saat jamurnya dikunyah, seperti meleleh di mulut. Enak!



Prime Rib 8 oz

Main course atau hidangan utamanya ada tiga pilihan, yaitu Grilled Salmon, Toowoomba Chicken, dan Prime Rib 8 oz. Saya tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk memesan Prime Rib dengan penyajian ‘medium well’. Disajikan dengan mashed potato atau fried potato, dan juga juice atau sari daging dalam wadah kecil. Prime Rib disajikan tanpa menggunakan saus apapun karena kualitas dagingnya yang sudah baik. Hanya dimasak dengan bumbu spesial Outback dan tanpa saus apapun sudah terasa enak, tidak perlu lagi memakai saus layaknya steak yang biasa.

Chocolate Thunder from Down Under

Dessert atau penutup hidangan kali ini adalah Chocolate Thunder from Down Under. Potongan brownies coklat yang disajikan dengan es krim vanila dan whipped cream. I looove chocolate!


Para peserta dari Yukmakan


Thank you Yukmakan! 

Gathering kali ini gak hanya bersenang-senang kumpul-kumpul dan makan-makan, tetapi juga pulang dengan membawa ilmu yang sangat menarik. Dan saya puaaaas banget  dengan masakan dan pelayanan yang diberikan oleh Outback Steakhouse. I’ll be back later on!


7 comments:

  1. Kalau ada acara beginian ajak-ajak dong, Jeng. Lupa ya kalau sini anak kosan?

    ReplyDelete
  2. Waaah jadi laper. Eh aku belum pernah makan di sini. :))

    ReplyDelete
  3. Eh masa chika kamu belom pernah makan di sini? :O:O

    ReplyDelete
  4. Udah lama banget nggak ke sini >.<

    ReplyDelete
  5. ya ampuuunn udah lama gak main ke siniiiii :*

    ReplyDelete
  6. Kangen makan daging :|

    #masihdiet #halah

    ReplyDelete