Tuesday, January 24, 2017

[Review] Pengalaman Cukur Rambut ke Barbershop





Hal yang pertama saya lakukan di tahun 2017 adalah pergi potong cukur rambut. Kemudian kira-kira ada dua kata untuk menggambarkan pengalaman pertama yang saya rasakan setelah duduk sekian lama di kursi Barbershop atau tukang cukur.

Pegal. Karena terlalu lama menunduk selama rambut saya dikerjakan.

Gatal. Karena rambut saya dicukur sampai ke kulit.

Di luar itu? Cukup menyenangkan. Karena seperti biasa, saya tidak mau memasang harapan terlalu tinggi ketika berurusan dengan apapun, apalagi ini urusan rambut. Urusan rambut biasa saya lakukan di rumah, dari perawatan, creambath, potong rambut, sampai mewarnai rambut yang akhir-akhir ini sering saya lakukan. Potong rambut di salon sih sudah pernah, satu kali. Itupun cuma merapikan model rambut saja, tidak benar-benar ada perubahan model rambut yang drastis.

Setelah leyeh-leyeh bersantai mengistirahatkan pinggang dan punggung selama beberapa hari di awal tahun, akhirnya saya memaksakan diri mengangkat badan dari ranjang. Kali ini saya mencoba memberanikan diri pergi dan duduk manis di dalam barbershop. Iya, barbershop tempat para lelaki itu pergi berdandan dan merapikan rambut, jenggot, brewok, atau kumis mereka itu. Saya tidak sendirian datang ke sana, kali ini saya menodong mengancam minta diantar sama teman saya, Yadi. Karena saya tidak tahu bagaimana pelayanan atau kualitas sebuah barbershop, apalagi kali ini saya berencana iseng mau cukur di sana. Agak gugup gitu ceritanya. 

Yaah maklum, pertama kali ke salon saja baru bulan september yang lalu, apalagi ini tempat cukur untuk lelaki. Eh, sekadar pergi mengantar dan menunggu maspacal sih pernah ya, tapi posisi saya yang jadi pasien yang belom pernah. Untung juga tempatnya lagi sepi dan kami pelanggan terakhir menjelang tutup.













Barbershop yang saya datangi adalah Gangstown Barbershop di Cipondoh, Tangerang. Jauh ya? Hahaha Soalnya saya lagi beredar di Tangerang selama libur tahun baru kemarin. Gangstown Barber yang saya datangi ini berlokasi di sebelah Domino's Pizza Cipondoh situ. Interiornya cukup asik. Memiliki 3 set kaca dan bangku yang berarti bisa menangani 3 orang pelanggan dalam satu waktu, sofa tempat menunggu, dan ada display beberapa produk styling produksi sendiri yang dijual seperti pomade. Untuk servis mereka ke pelanggan, ada cemilan dan minuman yang dapat diambil gratis. Selain itu mereka juga ada buku manual petunjuk yang isinya penjelasan istilah model rambut dan juga contoh gambarnya. Not bad!

Setelah saya dengan semena-mena menyuruh Yadi untuk potong rambut terlebih dahulu untuk melihat bagaimana keahlian dan servis Mas Tukang Cukurnya, padahal dia gak punya rencana dan belum jadwalnya untuk potong rambut, saya akhirnya memberanikan diri bertanya apakah Mas Tukang Cukurnya bisa membuat model cukuran undercut (Yadi selalu bilang uppercut, emangnya mau mukul orang?!) yang saya mau. Gak harus persis seperti itu sih, tapi kira-kira dapat idenya. Toh rencana awalnya memang mau di-skin atau undercut 4 jari, dari pada polos begitu saja lebih baik ada desain yang menarik dilihat kan?








Awalnya Masnya (saya lupa gak nanya namanya eh.. :| ) gak mau cukur rambut saya walaupun katanya bisa membuat desain yang saya mau. "Gak berani, Mbak. Soalnya saya belum pernah menangani perempuan", gitu katanya. Saya cuma bilang, "Gak papa, kan malah kesempatan kali ini pegang perempuan. Saya bersedia jadi bahan percobaan kok". Yadi pun membantu saya ngomong sama Masnya, sampai Masnya setuju. Dan, akhirnya saya pun berakhir duduk manis di bangku pelanggan.


Double chin. Meh!





Alasan saya mau cukur rambut sih simpel, rambut saya rontok. Udah lama banget episode rontoknya, mungkin sudah berjalan 15 tahun kali ya, sampai rambut saya sekarang tipis banget. Mungkin diperparah juga karena secara genetis garis keturunan ayah saya akan mengalami kebotakan pada waktunya. Hobi mewarnai rambut belakangan ini mungkin iya menambah rapuh helaian rambut saya, tapi tidak dengan kerontokan dari akarnya. Rencananya kalau rambut saya pendek sebagian, akan lebih mudah bagi saya untuk merawat kulit kepalanya. Iya, yang saya incar memang kulit kepala, biar perawatannya bisa langsung ke akar.

Biasanya setelah dicukur rambutnya, langkah selanjutnya adalah keramas, lalu dipijat. Tapi sewaktu kemarin saya cukur rambut, saya skip bagian itu. Selain sudah keramas pas sore sebelum ke tukang cukur, sudah malam juga, malas keramas dua kali. Malas nunggu keringnya sih. Selain itu janjian sama teman mau jajan di Pasar Lama Tangerang.

Ketika sudah selesai, saya menahan diri untuk tidak menggaruk kulit kepala saya yang gatal dan (ternyata) memerah ituu. Sewaktu selesai dicukur sih disemprotkan sesuatu di kulit kepala saya, katanya untuk membantu mengurangi iritasi. Perih. Tapi tidak seperih rasa sewaktu ditinggal pas lagi sayang-sayangnya sih..


Monochrome!


Ciye Yadi, jadi ganteng habis cukuran~

Rasanya agak aneh melihat bentuk kepala saya sendiri.

Recommended? Iya. Tempatnya bersih dan enak. Untuk hasil cukurnya sih menurut saya oke (belum punya perbandingan sama tempat lain). Patokannya sih ke Yadi, tuh lihat kan dia jadi makin ganteng.

Datang lagi? Belum tahu. Seandainya iseng mau cukur lagi, mungkin mau coba tempat lain karena penasaran. Walaupun belum tentu saya akan potong atau cukur lagi dalam waktu dekat ini sih.


Ehiya, menurut kamu gimana hasilnya? Terus polanya kira-kira berbentuk seperti apa? Saya sih lihatnya jadi kaya bentuk ikan atau batik gitu. Hahaha




💈Gangstown Barbershop💈
✂ Ruko Golden Busines City Park blok A3 cipondoh-tangerang +6221.2226.0250
✂ Ruko Asiatic Blok B 15 no 39 lippo karawaci +62821.2241.1146 



Psst, dia masih single lho!


9 comments:

  1. loh.. tempat cukurnya kok kece juga??

    Anyway, potongan rambut barunya Yadi, not bad lah yaa... cukuran uppercut, eh undercut mu juga lucu... kayakmodel batik yang sirip ikan itu loh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semacam kaya bentuk sirip ikan kalo jadi doodling ya? Ahahaha


      Kapan-kapan kalo mau cukur culik yadi lagi ah~

      Delete
  2. Aku suka banget liat rambutmuuuuu, aaaakkk.
    Cakep tau motifnya, kaya batik.
    Apa besok digituin aja ya

    ahahahha,
    *inspired by ajeng. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. BIKIN, RE! Rambutmu tebal, enak aja kalo dibikin kaya gini..

      Delete
  3. Cool!

    Keren binti asik banget ini maaaah

    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  4. gileee itu cukuran gak salah deeh?? hahahah kerenn abiss!!

    ReplyDelete
  5. gak salaaaah.. ini udah cukuran lagi. hakhakhak

    ReplyDelete